Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 April 2015

Semua akan indah pada jalan-Nya


Bukan mendendam
Aku hanya tak ingin menyakiti 
Menjauh untuk menjaga, begitu katanya
Menjagamu, menjagaku, menjaga kita 
Waktu merubah 
Di batas lelah yang hampir menyerah
Di tepian harap yang tak kunjung terwujud
Di antara penerimaan dalam maaf dan kasih sayang 
Aku belajar mengeja kata i-k-h-l-a-s

Waktu menjadi 
Luka mengering berbekas tanpa rasa
Ingatan dalam berbagai macam wajah sudut kehidupan
Jalan takdir dari dua dunia
Merelakan adalah kemenangan
Aku berlalu.... 

Ini rindu yang menyiksa

Kamis, 26 Desember 2013

Pandang Pertama

sinar mata yang tak bisa aku lupa
isyaratmu bagai purnama
tak setiap malam ada, tapi pasti
wajah dingin miskin ekspresi
senyum tipis, gaya kaku


lebur..
saat kau menggelengkan kepala gemas padaku
berlalu menyimpan senyummu sendiri

lebur...
saat kau jengkel dan meninggalkanku
aku masih saja terpaku
menghitung langkahmu
dan, ya aku tau kau akan kembali menjemputku

lebur....
saat aku menangis karena mengecewakanmu, membuatmu marah
suara lembut itu mengusap air mataku

lebur.....
saat aku tidak sabar dalam banyak hal
memaksa diri, memaksa keadaan
tatapanmu menenangkanku
seraya berkata: jangan menyerah!


24 Nov '13

Rabu, 06 November 2013

Cemburuku

DIA SEORANG PEREMPUAN, SAMA SEPERTIKU

Dari bahasa tubuhnya, aku tau
Dari sorot matanya, aku tau
Ada cinta

Oh..rasanya aku ingin berlari dari semua ini
Ketakutan macam apa yang kuhadapi
Mana mungkin aku takut kehilangan sesuatu yang belum pernah kumiliki
Ketakutan macam apa yang kuhadapi
Mana mungkin aku takut terabaikan oleh seseorang yang sudah terbiasa memalingkan muka dariku Ketakutan macam apa yang kuhadapi

Di pihak mana aku harus berdiri?
Hati siapa yang harus ku jaga?
Karna aku tau ada cinta
Karna aku tau ada luka
Karna aku tau ada dia

 _061113_

Senin, 29 April 2013

Aku Masih Berlari Menujumu



Aku harus mencuri-curi waktu untuk meneteskan air mata,

Harus diam-diam menangis di tengah malam..

Menahan semua dan mencoba berdiri setegar karang

Inikah proses menjadi dewasa?

Kau terus memintaku bersabar,

kau ingin aku lebih banyak mendengar,

kau berharap jiwa ini jadi pribadi kuat

Itukah yang disebut dewasa?

Ajari aku menjadi dewasa



(24-04-13)

Minggu, 06 Januari 2013

Biarkan Kita tak saling Menyapa



Sekilas…
Menatapmu
Tak ada jarak, hanya keheningan memenjara
Namun semua terasa aneh
Denting waktu tak terasa cepat
Juga tidak berhenti
Biasa saja
Namun semua terasa aneh
Dua hati yang saling mengenal
Terpisah oleh proses
Dipertemukan dalam kebetulan-kebetulan kecil
Namun semua terasa aneh



(06-01-13)

Jumat, 05 Agustus 2011

Pengusik Hati

Kau sapa,,hati yang sebelumnya tenang tanpa gejolak

kau sapa,,hati yang telah terbiasa dengan caranya sendiri mencari bahagia

kau sapa,,hati yang masih begitu egois untuk dirinya sendiri

wahai pengusik hati...tak ada yg luar biasa dari kedatanganmu
namun pergimu membuatku menunggumu
wahai pengusik hati...dalam diam kubertanya
apa yang terjadi?
aah mungkin aku yang terlalu

wahai pengusik hati,,,

Rabu, 21 April 2010

Siapakah aku??,,

Semalam, , ,
benar-benar kutinggalkan dirimu sendiri
mencari makna dan memahami ucapku
tak pernah bnr2 ada dlm hidupmu
tapi kau slalu menahanq tuk beranjak
tak pernah kau rasakan kehadiranku
tapi kau slalu kehilangan saat ku tak ada

siapakah aku??
Aku bertanya, ,tapi kau hanya terdiam
semua yg tlah terlewati dan kembali ku bertanya
siapakah aku?
Aku takut merasa berarti untukmu
cukup bersadar diri, banyak orang lain yang slalu ada untukmu, ,bersamamu
siapakah aku??, ,
tak bisakah kau tanya hatimu, dan sedikit jelaskan padaq
agar q tak salah mengerti; agar q tak salah menempatkan diri; dan agar q tak salah berharap

Sabtu, 06 Februari 2010

Kepada Kawan. . .

Kawan. . .

Apakah kau ingat aku saat kau bahagia?

Apakah kau ada saat aku butuhkan?


Aku tau. .

Walau kita terpisah

dihatimu masih tertulis namaku


Kawan, ,apakah kau tau?

Setiap aku ingin lakukan sesuatu

hati kecilku bertanya-tanya

Apa gerangan yang sedang kau lakukan?

Apa kau sudah makan?

Apa kau sudah bahagia?

Tersimpan rindu dalam semua tanyaku, ,kawan

tentang tawamu

canda guraumu


Aku tau. . .

Hatimu sama denganku

harapanmu sama denganku

bisa berkumpul bersama lagi

bisa bercanda bersama lagi


kawan, ,apakah kau tau?

Aku sangat menyayangimu

Gaza Membara

Pagi belum juga terjaga
sholat subuh belum tuntas ditegakkan
banyak anak kecil masih terlelap dipeluk mimpi dalam dingin
ketika tiba-tiba
. . .duar. . . .duarr. .
Bom membuncah, mengaung di udara
desingan peluru menghantam setiap sudut dalam sekejap

jerit, tangis, rintihan dan kepanikan
menyergap. . . . .
Darah tumpah ruah
merobek dada dan luka menganga dimana-mana
seorang ibu menangis kehilangan jagoannya
seorang kakak merintih menunggui jasad adiknya
seorang adik meraung-raung karna remuk kakinya
seorang bapak kelu karna kehilangan semuanya
SEMUANYA. . . .


Gaza membara
belum cukup dengan ribuan nyawa, rumah sakit, sekolah, masjid dan gedung
dihujani bom. . .
Porak poranda

tangis dunia tak juga sirami dendam. . . .tetap menyala
dan teruz menyala
ribuan nyawa terenggut paksa
tak juga puaskan nafsu sang angkara
Gaza membara . . . .

Tapi kita tak bisa apa-apa
meski batin tersayat
meski perasaan terkoyah
tapi tangan kita tak bisa apa-apa
hanya jutaan untaian doa
mengiringi shahidnya



-bersama bundaku,28012008-

Senin, 01 Februari 2010

Ini Kacamataku! !

Setiap orang punya caranya sendiri menyelesaikan sesuatu. . .
Setiap orang punya hak memilih sesuatu. . .

Dunia itu luas, ,entah dimana ujungnya
Ini kacamataku!
Aku tau, ,setiap orang melihat dari sudut pandang yang berbeda
Berjalan melintasi waktu
Bertemu dengan banyak pribadi
Mendengar, berpikir, dan menilai dari kacamataku
Melihat, berpikir, dan menilai dari kacamataku
Merasa, , ,dari kacamataku

Mungkin pandangan yang berbeda itu bisa melengkapi
Memberi warna bagi kehidupan
Menjadikan sesuatu itu tak sempit dan buntu
Itulah indahnya. . .
Semua orang boleh berpendapat
Tapi ini kacamataku!

Semua orang bisa mengkritik
Tapi ini kacamataku!
Mungkin aku pernah salah melihat dengan kacamataku
Semua pasti merasa benar, , ,bukankah dunia itu luas
Ada seribu satu kemungkinan disana
Tak perlu kita berdebat siapa yang benar
Karna setiap orang memiliki kacamatanya sendiri dalam menilai kehidupan
Sedang dari kacamataku, , ,semua tak perlu dipersulit
Dunia itu luas tapi lebih luas seribu satu kemungkinan itu sendiri!



(Desember2009)

Minggu, 31 Januari 2010

Setiap tetes demi tetes

Setiap tetes demi tetes air mata haru
jatuh kepipiku. . .
Saat itulah setitik demi setitik
cinta tertulis dihati

Setiap tetes demi tetes air hujan
jatuh dari langit
Saat itulah kata demi kata coba kurangkai
untuk bersyukur pada-Mu


Setiap tetes demi tetes darah peperangan bercucuran
Saat itulah sejengkal demi sejengkal benci menggrogoti

Setiap tetes demi tetes kebaikan coba kuberikan pada orang lain
Saat itulah tetes demi tetes keberkahan Kau alirkan padaku


(daLamrinaihujanNovember2007)

Wahai Tuan !

Wahai tuan. . .
Apa salah kami pada tuan?
Hingga tuan tega menghancurkan masa depan kami
Hingga tuan tega menghabiskan kebahagiaan kami
Hingga tuan tega menginjak-injak harga diri kami


Apakah tuan tak iba melihat cucuran darah kami?
Apakah tuan tega melihat tetesan air mata kami?
Apakah tuan rela melihat anak cucu tuan tersiksa?

Setiap hari tuan duduk di kursi yang empuk
Tak peduli hati kami yang remuk


Wahai tuan. . .
Apa salah kami pada tuan?
Hingga tuan tak menyisakan sedikitpun untuk kami

(2007)

CINTA

Cinta. .
Dialah kebahagiaanku
Yang memberiku dunia penuh dengan senyuman
Yang menghilangkan benci dari dada
Yang menemani pelitaku
Yang menghapus air mata kegalauanku

Cinta. .
Dialah kesedihanku
Yang memberiku sepi dalam keramaian
Yang menghilangkan kepedulianku terhadap sekitar
Yang menemani luka dalam hatiku
Yang menghapus canda tawa hari-hariku

Cinta. .
Sebuah kata yang tak bisa kujelaskan, tak bisa kumengerti
Cinta. .
Sebuah ucapan yang mampu meleburkan kata benci
Cinta. .
Sebuah tulisan yang akan selalu terpatri dihati





_ _ _ _novemberR 2007_ _ _ _

Rabu, 27 Januari 2010

My Poem = My Self

Berada di tengah persimpangan jalan
Aku, ,gadis kecil mengambil pilihan
Kuambil langkah, bukan kiri bukan kanan
Menahan arus menahan lagu angin
Coba berdiri pada jalanNya, ,kubertahan
Jalani hidup bukan apa adanya
Harus ada tujuan dan rencana
Bukan berarti bermuka dua
Bukan berarti mengingkari takdirNya


Berada ditengah jaman hidonisme
Aku, ,gadis kecil tak terpikat
Meski kadang tersangkut
Kembali teguhkan hati
Kembali sadarkan diri
Semua di dunia hanya sementara
Tak silau dengan nikmat meraja


Berada di tengah kebrobokan moral
Aku, ,gadis kecil yang terkadang nakal
Namun tak ingin lakukan kesalahan fatal
Agar tak hidup terpental-pental
Sengsara di neraka yang kekal

Hanya karna puaskan nafsu
Hati dimana sudah tak tau
Iman tergadai pun tak pusingkanmu
Dunia terus kuasai diri itu
Meski semua nikmat palsu
Hingga raga diam mulut membisu


Berada di tengah krisis bumi
Aku, ,gadis kecil bersedih hati
Gedung tinggi terus merajai
Semua saling unjuk teknologi
Tak hirau pohon-pohon mati
Baru tersadar kini
Saat semua mengancam diri
Berdalih selamatkan bumi
Padahal hanya untuknya sendiri
Omong kosong sudah tak berarti
Tindakan tak sekedar janji
Egoisme jangan dituruti